Headlines News :
Home » » Motivasi Belajar

Motivasi Belajar

Written By Budiyono on Kamis, 02 Februari 2012 | Kamis, Februari 02, 2012

Oleh: AsianBrain.com Content Team
Motivasi belajar setiap orang, satu dengan yang lainnya, bisa jadi tidak sama. Biasanya, hal itu bergantung dari apa yang diinginkan orang yang bersangkutan. Misalnya, seorang anak mau belajar dan mengejar rangking pertama karena diiming-imingi akan dibelikan sepeda oleh orangtuanya.

Contoh lainnya, seorang mahasiswa mempunyai motivasi belajar yang tinggi agar lulus dengan predikat cum laude. Setelah itu, dia bertujuan untuk mendapatkan pekerjaan yang hebat dengan tujuan membahagiakan orangtuanya.

Apa saja, sih, faktor-faktor yang membedakan motivasi belajar seseorang dengan yang lainnya?

Beberapa faktor di bawah ini sedikit banyak memberikan penjelasan mengapa terjadi perbedaaan motivasi belajar pada diri masing-masing orang, di antaranya:
  • Perbedaan fisiologis (physiological needs), seperti rasa lapar, haus, dan hasrat seksual
  • Perbedaan rasa aman (safety needs), baik secara mental, fisik, dan intelektual
  • Perbedaan kasih sayang atau afeksi (love needs) yang diterimanya
  • Perbedaan harga diri (self esteem needs). Contohnya prestise memiliki mobil atau rumah mewah, jabatan, dan lain-lain.
  • Perbedaan aktualisasi diri (self actualization), tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.

Stimulus motivasi belajar

Terdapat 2 faktor yang membuat seseorang dapat termotivasi untuk belajar, yaitu:
  • Pertama, motivasi belajar berasal dari faktor internal. Motivasi ini terbentuk karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan.
  • Kedua, motivasi belajar dari faktor eksternal, yaitu dapat berupa rangsangan dari orang lain, atau lingkungan sekitarnya yang dapat memengaruhi psikologis orang yang bersangkutan.

Tips-tips meningkatkan motivasi belajar

Motivasi belajar tidak akan terbentuk apabila orang tersebut tidak mempunyai keinginan, cita-cita, atau menyadari manfaat belajar bagi dirinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengkondisian tertentu, agar diri kita atau siapa pun juga yang menginginkan semangat untuk belajar dapat termotivasi.

Yuk, ikuti tips-tips berikut untuk meningkatkan motivasi belajar kita:
  • Bergaullah dengan orang-orang yang senang belajar
    Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi, akan membuat kita pun gemar belajar. Selain itu, coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar.

    Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri, atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah presrasi.

    Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita pun turut terciprat bau bakaran besi, dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi.
  • Belajar apapun
    Pengertian belajar di sini dipahami secara luas, baik formal maupun nonformal. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, membuat film, berlajar berwirausaha, dan lain lain-lainnya.
  • Belajar dari internet
    Kita bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang senang belajar. Salah satu milis dapat menjadi ajang kita bertukar pendapat, pikiran, dan memotivasi diri. Sebagai contoh, jika ingin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris, kita bisa masuk ke milis Free-English-Course@yahoogroups.com.

    Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
    Di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya.

    Cari motivator
    Kadangkala, seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman, pacar, ataupun pasangan hidup. Anda pun bisa melakukan hal serupa dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahakan atau memotivasi Anda belajar dan meraih prestasi.

    "Resep sukses: Belajar ketika orang lain tidur, bekerja ketika orang lain bermalasan, dan bermimpi ketika orang lain berharap." --William A. Ward
. Pengertian Motivasi Belajar
Huitt, W. (2001) mengatakan motivasi adalah suatu kondisi atau status internal (kadang-kadang diartikan sebagai kebutuhan, keinginan, atau hasrat) yang mengarahkan perilaku seseorang untuk aktif bertindak dalam rangka mencapai suatu tujuan. Jadi ada tiga kata kunci tentang pengertian motivasi menurut Huitt, yaitu: 1) kondisi atau status internal itu mengaktifkan dan memberi arah pada perilaku seseorang; 2) keinginan yang memberi tenaga dan mengarahkan perilaku seseorang untuk mencapai suatu tujuan; 3) Tingkat kebutuhan dan keinginan akan berpengaruh terhadap intensitas perilaku seseorang.
Thursan Hakim (2000 : 26) mengemukakan pengertian motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam belajar, tingkat ketekunan siswa sangat ditentukan oleh adanya motif dan kuat lemahnya motivasi belajar yang ditimbulkan motif tersebut.
Pengertian motivasi yang lebih lengkap menurut Sudarwan Danim (2004 : 2) motivasi diartikan sebagai kekuatan, dorongan, kebutuhan, semangat, tekanan, atau mekanisme psikologis yang mendorong seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai prestasi tertentu sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Motivasi paling tidak memuat tiga unsur esensial, yakni : (1) faktor pendorong atau pembangkit motif, baik internal maupun eksternal, (2) tujuan yang ingin dicapai, (3) strategi yang diperlukan oleh individu atau kelompok untuk mencapai tujuan tersebut.
Motivasi merupakan suatu proses psikologis yang mencerminkan sikap, kebutuhan, persepsi, dan keputusan yang terjadi pada diri seseorang. Motivasi sebagai proses psikologis timbul diakibatkan oleh factor di dalam diri seseorang itu sendiri yang disebut instrinsik sedangkan factor di luar diri disebut ekstrinsik.

Faktor instrinsik berupa kepribadian, sikap, pengalaman dan pendidikan, atau berbagai harapan, cita-cita yang menjangkau ke masa depan. Sedangkan factor ekstrinsik dapat ditimbulkan oleh berbagai sumber, bisa karena pengaruh pimpinan, kolega atau faktor-faktor lain yang kompleks.
Berkaitan dengan proses belajar siswa, motivasi belajar sangatlah diperlukan. Diyakini bahwa hasil belajar akan meningkat kalau siswa mempunyai motivasi belajar yang kuat. Motivasi belajar adalah keinginan siswa untuk mengambil bagian di dalam proses pembelajaran (Linda S. Lumsden: 1994).
Siswa pada dasarnya termotivasi untuk melakukan suatu aktivitas untuk dirinya sendiri karena ingin mendapatkan kesenangan dari pelajaran, atau merasa kebutuhannya terpenuh. Ada juga Siswa yang termotivasi melaksanakan belajar dalam rangka memperoleh penghargaan atau menghindari hukuman dari luar dirinya sendiri, seperti: nilai, tanda penghargaan, atau pujian guru (Marx Lepper: 1988).
Menurut Hermine Marshall Istilah motivasi belajar mempunyai arti yang sedikit berbeda. Ia menggambarkan bahwa motivasi belajar adalah kebermaknaan, nilai, dan keuntungan-keuntungan kegiatan belajar belajar tersebut cukup menarik bagi siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Pendapat lain motivasi belajar itu ditandai oleh jangka panjang, kualitas keterlibatan di dalam pelajaran dan kesanggupan untuk melakukan proses belajar ( Carole Ames: 1990).
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah kesanggupan untuk melakukan kegiatan belajar karena didorong oleh keinginannya untuk memenuhi kebutuhan dari dalam dirinya ataupun yang datang dari luar. Kegiatan itu dilakukan dengan kesungguhan hati dan terus menerus dalam rangka mencapai tujuan.
2. Struktur Pembelajaran dan Motivasi Belajar
Keadaan motivasi belajar terkait erat dengan struktur pembelajaran yang digunakan guru di kelas. Struktur pembelajaran yang dikenal adalah struktur kompetitif, struktur individual, dan struktur kooperatif (Ames, 1984). Garu harus dapat mengambil bagian-bagian yang baik dari setiap struktur pembelajaran guna meningkatkan motivasi belajar siswa.
Ketiga struktur pembelajaran di atas secara singkat dijelaskan oleh Haris Mudjiman (2005: 70-72) sebagai berikut:
1) Struktur Kompetitif.Struktur pembelajaran yang digunakan dalam pendidikan formal-tradisional adalah struktur kompetitif. Sistem penilaian yang digunakan dalam struktur ini mendorong siswa untuk berkompetisi dengan kawan-kawannya. Kemampuan mereka diukur dengan nilai dan rank. Orientasi siswa adalah “menang atau kalah”. Belajar yang berhasil adalah kalau dapat mengalahkan kawannya sehingga terjadi persaingan dengan segala akibat baik dan buruknya.
Dalam struktur pembelajaran kompetitif, motivasi belajar siswa bersifat egoistic, karena kompetisi dalam konteks system tradisional menumbuhkan sikap self defense. Namun demikian struktur pembelajaran kompetitif motivasi belajar juga bersifat social comparative. Tujuan belajar tidak semata-mata untuk menguasai sesuatu kompetensi melainkan untuk menunjukkan kepada siswa lain bahwa ia lebih baik. Ini merupakan salah satu ciri motivasi eakstrinsik.
2) Struktur Individual
Pembelajaran dengan struktur individual banyak dijalankan dalam system pendidikan nonformal atau dalam pendidikan formal-tradisional tetapi ada penugasan-penugasan individual sesuai minat masing-masing. Dalam struktur pembelajaran individual , siswa berorientasi kepada pencapaian kompetisi. Bila masih terjadi kompetensi, yang terjadi adalah kompetisi dengan diri sendiri, bukan dengan kawan-kawannya.
Suasana bebas dari rasa tertekan. Umumnya siswa percaya bahwa kerasnya usahalah yang menentukan keberhasilan belajar, bukan semata-mata kemampuan. Dalam struktur pembelajaran ini motivasi belajar siswa berorientasi ke penguasaan sesuatu kompetensi. Sifat motivasinya intrinsic.
3) Struktur KooperatifStruktur Pembelajarn ini dapat dilaksanakan di kelas-kelas tradisional dalam bentuk kerja kelompok, atau di kelas-kelas pendidikan non-formal. Sikap kompetitif masih ada pada setiap kelompok, tetapi orientasi belajar utamanya adalah ke pencapaian suatu keompetensi atau pemecahan masalah..

Gudang Info | Information Center
web gudanginfo.info
 
Your Ad Here--> -->

Cara Mencegah Kecemasan Siswa di Sekolah

Posted by admin on February 27, 2009 under Psikologi Pendidikan | Be the First to Comment
Kecemasan atau anxiety merupakan salah satu bentuk emosi individu yang berkenaan dengan adanya rasa terancam oleh sesuatu, biasanya dengan objek ancaman yang tidak begitu jelas. Kecemasan dengan intensitas yang wajar dapat dianggap memiliki nilai positif sebagai motivasi, tetapi apabila intensitasnya sangat kuat dan bersifat negatif justru malah akan menimbulkan kerugian dan dapat mengganggu terhadap keadaan fisik dan psikis individu yang bersangkutan.
Adalah Sigmund Freud, sang pelopor Psikoanalisis yang banyak mengkaji tentang kecemasan ini. Dalam kerangka teorinya, kecemasan dipandang sebagai komponen utama dan memegang peranan penting dalam dinamika kepribadian seorang individu.
Freud (Calvin S. Hall, 1993) membagi kecemasan ke dalam tiga tipe:
1. Kecemasan realistik yaitu rasa takut terhadap ancaman atau bahaya-bahaya nyata yang ada di dunia luar atau lingkungannya.
2. Kecemasan neurotik adalah rasa takut jangan-jangan insting-insting (dorongan Id) akan lepas dari kendali dan menyebabkan dia berbuat sesuatu yang bisa membuatnya dihukum. Kecemasan neurotik bukanlah ketakutan terhadap insting-insting itu sendiri, melainkan ketakutan terhadap hukuman yang akan menimpanya jika suatu insting dilepaskan. Kecemasan neurotik berkembang berdasarkan pengalaman yang diperolehnya pada masa kanak-kanak, terkait dengan hukuman dan ancaman dari orang tua maupun orang lain yang mempunyai otoritas, jika dia melakukan perbuatan impulsif.
3. Kecemasan moral yaitu rasa takut terhadap suara hati (super ego). Orang-orang yang memiliki super ego yang baik cenderung merasa bersalah atau malu jika mereka berbuat atau berfikir sesuatu yang bertentangan dengan moral. Sama halnya dengan kecemasan neurotik, kecemasan moral juga berkembang berdasarkan pengalaman yang diperolehnya pada masa kanak-kanak, terkait dengan hukuman dan ancaman dari orang tua maupun orang lain yang mempunyai otoritas jika dia melakukan perbuatan yang melanggar norma
Selanjutnya, dikemukakan pula bahwa kecemasan yang tidak dapat ditanggulangi dengan tindakan-tindakan yang efektif disebut traumatik, yang akan menjadikan seseorang merasa tak berdaya, dan serba kekanak-kanakan. Apabila ego tidak dapat menanggulangi kecemasan dengan cara-cara rasional, maka ia akan kembali pada cara-cara yang tidak realistik yang dikenal istilah mekanisme pertahanan diri (self defense mechanism), seperti: represi, proyeksi, pembentukan reaksi, fiksasi dan regresi. Semua bentuk mekanisme pertahanan diri tersebut memiliki ciri-ciri umum yaitu: (1) mereka menyangkal, memalsukan atau mendistorsikan kenyataan dan (2) mereka bekerja atau berbuat secara tak sadar sehingga tidak tahu apa yang sedang terjadi.
Kecemasan dapat dialami siapapun dan di mana pun, termasuk juga oleh para siswa di sekolah. Kecemasan yang dialami siswa di sekolah bisa berbentuk kecemasan realistik, neurotik atau kecemasan moral. Karena kecemasan merupakan proses psikis yang sifatnya tidak tampak ke permukaan maka untuk menentukan apakah seseorang siwa mengalami kecemasan atau tidak, diperlukan penelaahan yang seksama, dengan berusaha mengenali simptom atau gejala-gejalanya, beserta faktor-faktor yang melatarbelangi dan mempengaruhinya. Kendati demikian, perlu dicatat bahwa gejala-gejala kecemasan yang bisa diamati di permukaan hanyalah sebagian kecil saja dari masalah yang sesungguhnya, ibarat gunung es di lautan, yang apabila diselami lebih dalam mungkin akan ditemukan persoalan-persoalan yang jauh lebih kompleks.
Di sekolah, banyak faktor-faktor pemicu timbulnya kecemasan pada diri siswa. Target kurikulum yang terlalu tinggi, iklim pembelajaran yang tidak kondusif, pemberian tugas yang sangat padat, serta sistem penilaian ketat dan kurang adil dapat menjadi faktor penyebab timbulnya kecemasan yang bersumber dari faktor kurikulum. Begitu juga, sikap dan perlakuan guru yang kurang bersahabat, galak, judes dan kurang kompeten merupakan sumber penyebab timbulnya kecemasan pada diri siswa yang bersumber dari faktor guru. Penerapan disiplin sekolah yang ketat dan lebih mengedepankan hukuman, iklim sekolah yang kurang nyaman, serta sarana dan pra sarana belajar yang sangat terbatas juga merupakan faktor-faktor pemicu terbentuknya kecemasan pada siswa.yang bersumber dari faktor manajemen sekolah.
Menurut Sieber e.al. (1977) kecemasan dianggap sebagai salah satu faktor penghambat dalam belajar yang dapat mengganggu kinerja fungsi-fungsi kognitif seseorang, seperti dalam berkonsentrasi, mengingat, pembentukan konsep dan pemecahan masalah. Pada tingkat kronis dan akut, gejala kecemasan dapat berbentuk gangguan fisik (somatik), seperti: gangguan pada saluran pencernaan, sering buang air, sakit kepala, gangguan jantung, sesak di dada, gemetaran bahkan pingsan.
Mengingat dampak negatifnya terhadap pencapaian prestasi belajar dan kesehatan fisik atau mental siswa, maka perlu ada upaya-upaya tertentu untuk mencegah dan mengurangi kecemasan siswa di sekolah, diantaranya dapat dilakukan melalui:
1. Menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Pembelajaran dapat menyenangkan apabila bertolak dari potensi, minat dan kebutuhan siswa. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang digunakan hendaknya berpusat pada siswa, yang memungkinkan siswa untuk dapat mengkspresikan diri dan dapat mengambil peran aktif dalam proses pembelajarannya.
2. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung guru seyogyanya dapat mengembangkan “sense of humor” dirinya maupun para siswanya. Kendati demikian, lelucon atau “joke” yang dilontarkan tetap harus berdasar pada etika dan tidak memojokkan siswa.
3. Melakukan kegiatan selingan melalui berbagai atraksi “game” atau “ice break” tertentu, terutama dilakukan pada saat suasana kelas sedang tidak kondusif.. Dalam hal ini, keterampilan guru dalam mengembangkan dinamika kelompok tampaknya sangat diperlukan.
4. Sewaktu-waktu ajaklah siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran di luar kelas, sehingga dalam proses pembelajaran tidak selamanya siswa harus terkurung di dalam kelas.
5. Memberikan materi dan tugas-tugas akademik dengan tingkat kesulitan yang moderat. Dalam arti, tidak terlalu mudah karena akan menyebabkan siswa menjadi cepat bosan dan kurang tertantang, tetapi tidak juga terlalu sulit yang dapat menyebabkan siswa frustrasi.
6. Menggunakan pendekatan humanistik dalam pengelolaan kelas, dimana siswa dapat mengembangkan pola hubungan yang akrab, ramah, toleran, penuh kecintaan dan penghargaan, baik dengan guru maupun dengan sesama siswa. Sedapat mungkin guru menghindari penggunaan reinforcement negatif (hukuman) jika terjadi tindakan indisipliner pada siswanya.
7. Mengembangkan sistem penilaian yang menyenangkan, dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan penilaian diri (self assessment) atas tugas dan pekerjaan yang telah dilakukannya. Pada saat berlangsungnya pengujian, ciptakan situasi yang tidak mencekam, namun dengan tetap menjaga ketertiban dan objektivitas. Berikanlah umpan balik yang positif selama dan sesudah melaksanakan suatu asesmen atau pengujian.
8. Di hadapan siswa, guru akan dipersepsi sebagai sosok pemegang otoritas yang dapat memberikan hukuman. Oleh karena itu, guru seyogyanya berupaya untuk menanamkan kesan positif dalam diri siswa, dengan hadir sebagai sosok yang menyenangkan, ramah, cerdas, penuh empati dan dapat diteladani, bukan menjadi sumber ketakutan.
9. Pengembangan menajemen sekolah yang memungkinkan tersedianya sarana dan sarana pokok yang dibutuhkan untuk kepentingan pembelajaran siswa, seperti ketersediaan alat tulis, tempat duduk, ruangan kelas dan sebagainya. Di samping itu, ciptakanlah sekolah sebagai lingkungan yang nyaman dan terbebas dari berbagai gangguan, terapkan disiplin sekolah yang manusiawi serta hindari bentuk tindakan kekerasan fisik maupun psikis di sekolah, baik yang dilakukan oleh guru, teman maupun orang-orang yang berada di luar sekolah.
10. Mengoptimalkan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. Pelayanan bimbingan dan konseling dapat dijadikan sebagai kekuatan inti di sekolah guna mencegah dan mengatasi kecemasan siswa Dalam hal ini, ketersediaan konselor profesional di sekolah tampaknya menjadi mutlak adanya.
Melalui upaya – upaya di atas diharapkan para siswa dapat terhindar dari berbagai bentuk kecemasan dan mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang sehat secara fisik maupun psikis, yang pada gilirannya dapat menunjukkan prestasi belajar yang unggul.
Refleksi untuk Anda:
Bagaimana hubungan antara kecemasan siswa dengan Ujian Nasional?

Incoming search terms for the article:

pengertian kecemasan (31), ARTI PELAJAR (30), cara mengatasi dampak negatif facebook (9), pengertian cemas (9), mencegah kecemasan siswa di sekolah (9), definisi pelajar (9), masalah siswa di sekolah (9), permasalahan siswa di sekolah (8), pengertian pelajar (8), penyebab cemas (7), penyebab kecemasan (7), kecemasan belajar (6), dampak kecemasan (6), kecemasan adalah (6), kecemasan (6), Masalah siswa dalam belajar (5), cara menghadapi siswa di dalam kelas (5), masalah siswa di kelas (5), permasalahan Pelajar (5), definisi kecemasan (5), definisi konsep kecemasan (5), arti kecemasan (5), cara menghindari dampak negatif facebook (4), devinisi cemas (4), cara mengatasi dan penyebab tindakan rasional (3), ciri neurotik (3), cara pencegahan gangguan pada alat pencernaan (3), cara mencegah emosi (3), penyebab kurang disiplin (3), cara mengatasi dampak dari facebook bagi siswa (3), faktor penyebab adanya masalah siswa di sekolah (3), bagaimana cara mengatasi Pengaruh negatif ? (3), dampak negatif facebook bagi pelajar (3), pengaruh facebook terhadap prestasi belajar (3), Pengertian moral siswa (2), definisi neurotik (2), permasalahan bk di sekolah (2), pengaruh pemberian hukuman terhadap siswa (2), Cara mengurangi minat siswa menggunakan facebook (2), kecemasan diri (2), cara menghindari pengaruh facebook (2), faktor penyebab terjadinya masalah disekolah (2), DAMPAK UN BAGI PERKEMBANGAN MENTAL SISWA (2), dampak tugas sekolah pada siswa (2), penyebab masalah-masalah siswa (2), mekanisme pelayanan bimbingan konseling sekolah (2), hubungan antara layanan bimbingan belajar dengan motivasi belajar siswa (2), dampak facebook terhadap prestasi belajar siswa (2), dampak facebook bagi siswa (2), penyebab siswa tidak disiplin (2), pengertian siswa di lingkungan merupakan (2), ciri-ciri atau gejala kecemasan (2), PENGARUH KECEMASAN SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR (2), kecemasan dan cara mengatasinya (2), cara menanggulangi kecemasan saat pelajaran disekolah (2), bagaimana cara pelajar untuk menghindari korupsi (2), cara mencegah kecemasan siswa di sekolah (2), bimbingan konseling masalah siswa sma (2), upaya mengatasi dampak negatif facebook bagi siswa (2), mengatasi kecemasan bk (2), TINDAKAN YANG DAPAT MENCEGAH TERJADINYA KONFLIK ANTAR SEKOLAH (2), tindakan mengatasi cemas (2), Dampak negatif dan positif yang terjadi di sekolah dalam permasalahan di dalam sekolah (2), tindakan-tindakan yang dapat mencegah konflik antar sekolah (2), ciri-ciri kecemasan dalam belajar (2), tindakan yang dapat mencegah terjadinya konflik antara sekolah (2), cara konseling individu (2), kecemasan pelajar (2), masalah siswa (2), www arti neurotik (2), kecemasan siswa menghadapi uan (2), kecemasan siswa menghadapi ujian (2), tips menghindari dampak negatif facebook (2), cara konseling siswa (2), tugas siswa di sekolah (2), Pengaruh guru bk bagi siswa dan sekolah (1), pengaruh internet terhadap tugas siswa di sekolah (1), mencegah pengaruh negatif dari orang lain (1), pengaruh pemberian konseling terhadap tingkat kecemasan (1), mekanisme penanganan siswa di sekolah dalam manajemen konseling di sekolah (1), pengaruh lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar (1), mekanisme penanganan siswa di sekolah tentang manajemen konseling di sekolah (1), menanggulangi dampak facebook bagi pelajar (1), mencegah kecemasan (1), Pengaruh lingkungan keluarga terhadap hasil belajar siswa disekolah (1), mencegah kecemasan menghadapi ujian nasional (1), pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap motivasi belajar siswa (1), pengaruh facebook tehadap pelajar (1), pengaruh kesehatan fisik terhadap prestasi belajar (1), pengaruh kesehatan mental terhadap disiplin siswa (1), mencegah terjadinya konflik antar sekolah (1), Pengaruh Facebook terhadap pelajar (1), metode guru bk (1), metode ice breaking di kelas (1), moral siswa di lingkungan sekoalh (1), motivasi untuk mengurangi kecemasan (1), pemicu penyebab tidak disiplin di sekolah (1), murid dan permasalahannya serta dampaknya (1), neurotik;guru BK (1), pemahaman guru terhadap permasalahan siswa (1)
Tags: "gejala-gejala kecemasan menghadapi ujian", "kecemasan siswa menghadapi ujian ", "komponen-komponen kecemasan kecemasan menghadapi ujian", apa dampak positif dari penggunaan facebook, arti cemas, arti dari simptom, arti kecemasan, arti pelajar, arti simptom, bahaya facebook bagi pelajar, banksoal, bentuk negatif siswa di kelas, bidang bimbingan belajar, bimbingan konseling masalah siswa sma, binbingan konseling, cache:ydlegiebsamj:gudanginfo.info/tag/kecemasan-siswa-menghadapi-ujian/ hubungan antara konsep diri dan kecemasan menghadapi ujian pada siswa, cara konseling individu, cara menangani pengaruh facebook, cara menanggulangi dampak facebook, cara menanggulangi dampak negatif facebook, cara menanggulangi facebook, cara menanggulangi kecemasan saat pelajaran disekolah, cara mencegah dampak negatif dari facebook, cara mencegah dampak negatif facebook, cara mencegah dampak positif dan negatif facebook, cara mengatasi dampak - dampak yang terjadi di facebook, cara mengatasi dampak dari penggunaan facebook, cara mengatasi dampak facebook, cara mengatasi dampak negatif facebook, cara mengatasi dampak negatif facebook bagi pelajar, cara mengatasi dan penyebab tindakan rasional, cara mengatasi facebook, cara mengatasi facebook bagi anak anak, cara mengatasi kecemasan pada siswa sekolah, cara mengatasi konflik negatif, cara mengatasi masalah siswa, cara mengatasi pengaruh facebook, cara mengatasi positif fecebook, cara menghadapi prestasi, cara menghadapi siswa di dalam kelas, cara menghindar dampak negatif face book, cara menghindari dampak facebook, cara menghindari dampak negatif dari facebook, cara menghindari dampak negatif facebook, cara menghindari face book, cara menghindari pengaruh facebook, cara menghindari sisi negatif di facebook, cara mengurangi dampak negatif facebook, cara penanganan dampak negatif dari teknologi, cara penanggulangan facebook, cara pencegahan gangguan pada alat pencernaan, cara pencengahan gangguan pada sistem pencernaan, cemas pada guru galak, ciri ciri orang cemas, ciri ciri pencernaan tidak baik, ciri-ciri kecemasan, ciri-ciri masalah belajar, damapk negatif facebook bagi pelajar, dampak adanya facebook bagi pelajar, dampak belajar di sekolah terhadap kesehatan siswa, dampak dari facebook, dampak facebook, dampak facebook bagi kesehatan, dampak facebook bagi pelajar, dampak facebook bagi pembelajaran, dampak facebook bagi siswa, dampak facebook di lingkungan sekolah, dampak facebook terhadap motivasi belajar, dampak facebook terhadap pelajar, dampak facebook terhadap perestasi siswa, dampak facebook untuk pelajar, dampak faceebook terhadap kegiatan belajar, dampak internet bagi siswa, dampak internet pada siswa, dampak iptek bagi pelajar sma, dampak kecemasan, dampak kepribadian guru terhadap murid, dampak lingkungan terhadap pencernaan, dampak negatif dan positif dari facebook, dampak negatif dan positif dari facebook bagi pelajar, dampak negatif dan positif facebook, dampak negatif dan positif facebook bagi pelajar, dampak negatif dan positif facebook bagi siswa, dampak negatif dari face book, dampak negatif dari facebook, dampak negatif dari facebook bagi pelajar, dampak negatif dari facebook dan cara mengatasinya, dampak negatif dari pengguna facebook, dampak negatif facebook, dampak negatif facebook bagi pelajar, dampak negatif facebook bagi siswa, dampak negatif facebook dalam keluarga, dampak negatif facebook pada kepribadian, dampak negatif facebook terhadap pelajar, dampak negatif facebook untuk pelajar, dampak negatif game online terhadap perkembangan siswa, dampak negatif internet bagi pelajar, dampak negatif internet terhadap pelajar, dampak negatif keterampilan konfrontasi, dampak negatif positif facebook bagi pelajar, dampak negatif terhadap siswa terhadap lingkungan, dampak negatif-positif facebook, dampak negatiffacebook bagi pelajar, dampak negatip, dampak negatip dan positip dari pacebook, dampak pencegahan lingkungan, dampak pengaruh facebook, dampak positif & negatif internet di sma, dampak positif dan dampak negatif facebook, dampak positif dan negatif dari facebook, dampak positif dan negatif facebook, dampak positif dan negatif facebook bagi pelajar, dampak positif dan negatif facebook bagi siswa, dampak positif dan negatif ujian nasional, dampak positif dari facebook, dampak positif facebook, dampak positif facebook bagi pelajar, dampak positif facebook bagi siswa, dampak positif pada konflik, dampak positif penggunaan facebook, dampak positif tentang facebook, dampak positif-negatif facebook, dampak positif-negatif facebook bagi pelajar, dampak uan, dampak uan bagi emosi siswa, dampak uan bagi pelajar, dampak uan bagi siswa, dampak ujian nasional, dampak ujian nasional pada siswa, dampak un, dampak un bagi perkembangan mental siswa, dampak un bagi siswa, dampak un bagi siwa, dampak un terhadap mental siswa, dampak unas, dampak-dampak facebook, dampak-dampak facebook bagi pelajar, dampk positip dan cara pencegahn pengaruh negatif facebook, dapak positif negatif facebook, defenisi dampak lingkungan, defenisi kecemasan, definisi cemas, definisi dampak, definisi facebook, definisi humanistik manajemen kelas, definisi kecemasan, definisi moral, definisi neurotik, definisi pelajar, definisi siswa, devinisi facebook, efek facebook bagi pelajar, efek negatif facebook, efek uan, efek ujian nasional bagi siswa sma, facebook bagi pelajar, facebook di lingkungan pelajar, facebook di lingkungan pelajar sma, facebook perlu bagi pelajar, faktor negatif facebook, faktor penggunaan dampak facebook, faktor penghambat belajar, faktor penyebab adanya masalah dalam bimbingan konseling, faktor penyebab adanya masalah siswa di sekolah, faktor penyebab kecemasan, faktor penyebab terjadinya masalah disekolah, faktor-faktor penyebab konflik, gangguan pada pencernaan, gangguan pelajar, gejala-gejala kecemasan, gudanginfo.info, hal negatif facebook bagi pelajar, hubungan antara layanan bimbingan belajar dengan motivasi belajar siswa, hubungan facebook dengan prestasi belajar, hubungan kecemasan menghadapi uasbn dan prestasi belajar, hubungan ketrampilan mengingat dengan prestasi belajar, humanistik dan manajemen kelas, kaitan facebook dengan pelajar, kecemasan, kecemasan adalah, kecemasan belajar, kecemasan dan cara mengatasinya, kecemasan dan hal yang mempengaruhinya, kecemasan menghadapi ujian, kecemasan menghadapi ujian nasional, kecemasan siswa menghadapi uan, kepribadian guru bimbingan konseling, kesan negatif facebook, klasifikasi pengaruh psikologi siswa dalam menghadapi ujian, konflik yang terjadi di sekolah, konseling ego, konseling individu, konsep cemas, konsep gangguan nyaman cemas, konsep kecemasan, lingkungan sekolah baik, masalah dalam bimbingan konseling, masalah dampak negatif facebook, masalah guru dan siswa dalam belajar, masalah masalah penghambat minat belajr siswa, masalah saat para siswa belajar, masalah saluran pencernaan, masalah siswa, masalah siswa dalam belajar, masalah siswa di dalam kelas, masalah siswa di sekolah, masalah siswa yang tak ramah lingkungan, masalah yang bersumber dari siswa, masalah yang terjadi dalam belajar, masalah yang terjadi dalam bimbingan konseling, masalah2 tentang facebook terhadap siswa, mempelajari cara-cara menghindari konflik dengan orang lain, mencegah dampak negatif dari facebook, mencegah kecemasan siswa di sekolah, mencegah timbulnya rasa cemas, mengatasi dampak negatif facebook, mengatasi kecemasan dalam menghadapi ujian nasional, mengatasi kecemasan menghadapi ujian nasional, meningkatkan minat belajar siswa dalam menghadapi un, metode yang diterapkan bimbingan konseling sekolah, moral siswa, negatif dari facebook untuk seorang siswa, nilai negatif facebook, pelajar definisi, penanggulangan dampak negatif facebook bagi pelajar, pencegahan dampak negatif facebook, pengaruh dampak negatif dan positif facebook, pengaruh facebook, pengaruh facebook bagi pelajar, pengaruh facebook bagi siswa, pengaruh facebook dampak negatif dan positif, pengaruh facebook pelajar, pengaruh facebook terhadap, pengaruh facebook terhadap aktivitas belajar siswa di sekolah, pengaruh facebook terhadap belajar, pengaruh facebook terhadap belajar siswa, pengaruh facebook terhadap hasil; belajar, pengaruh facebook terhadap minat belajar, pengaruh facebook terhadap motivasi belajar, pengaruh facebook terhadap motivasi belajar siswa, pengaruh facebook terhadap nilai akademik, pengaruh facebook terhadap nilai dan minat belajar siswa, pengaruh facebook terhadap orang tua, pengaruh facebook terhadap pelajar, pengaruh facebook terhadap prestasi belajar, pengaruh facebook terhadap prestasi belajar siswa, pengaruh facebook terhadap prestasi siswa, pengaruh facebook terhadap siswa, pengaruh facebook terhadap siswa pelajar, pengaruh facebook terhadap tingkat prestasi siswa, pengaruh facebook untuk belajar, pengaruh facebook untuk pelajar, pengaruh internet terhadap pelajar, pengaruh internet terhadap perkembangan mental anak, pengaruh internet terhadap prestasi belajar siswa, pengaruh internet terhadap siswa, pengaruh kecemasan siswa terhadap prestasi belajar, pengaruh kecemasan terhadap hasil belajar, pengaruh layanan bimbingan belajar terhadap prestasi belajar siswa, pengaruh negatif facebook bagi pelajar, pengaruh negatif facebook terhadap kinerja karyawan, pengaruh positif dan negatif internet terhadap belajar siswa, pengaruh positif dan negatif internet terhadap pelajar, pengaruh positif facebook, pengaruh uan, pengaruh un terhadap siswa, pengaruhfacebook, pengertian anti virus, pengertian belajar yang sukses, pengertian cemas, pengertian dampak facebook, pengertian dampak negatif dari facebook, pengertian dan definisi pelajar, pengertian disiplin sekolah, pengertian hukuman di sekolah, pengertian kecemasan, pengertian kecemasan fisik, pengertian kecemasan siswa, pengertian konseling individu, pengertian moral, pengertian moral siswa, pengertian pelajar, pengertian pelajar sukses, pengertian simptom, pengertian siswa, pengertian sukses, pengertian uan, pengertian,gejala kecemasan, penyabab dampak facebook, penyebab cemas, penyebab dampak negatif facebook, penyebab kecemasan, penyebab kurangnya disiplin, penyebab sering pingsan, emosional, penyebab terjadinya kecemasan, penyebab timbulnya masalah belajar, penyebab timbulnya rasa cemas, peran facebook bagi siswa, peran guru dalam pemakaian facebook bagi pelajar, permasalahan bk, permasalahan murid dan guru, permasalahan pelajar, permasalahan siswa kelas xi sma, permasalahan uan, positif negatif facebook, sikap mental siswa yang baik dalam belajar, sisi negatif facebook, sisi negatif facebook bagi pelajar, sisi negatif facebook bagi siswa, SMA, strategi memahami soal un bahasa inggris 2009, strategi menghadapi uan, strategi menghadapi ujian nasional, strategi uan, tindakan guru dan orangtua terhadap masalah siswa, tindakan mengatasi cemas, tindakan rasional, tindakan untuk mengatasi kecemasan, tindakan yang dapat mencegah terjadinya konflik antar sekolah, tindakan yang dapat mencegah terjadinya konflik antara sekolah, tindakan yang dilakukan untuk mencegah konflik antar sekolah, tindakan-tindakan yang dapat mencegah konflik antar sekolah, tips mengatasi dampak facebook, tips mengatasi dampak negatif facebook, tips-tips mengatasi dampak negatif facebook, UAN, ujian, unas, upaya menangani facebook, upaya mengatasi dampak negatif facebook, upaya mengatasi dampak negatif facebook bagi siswa, upaya menghindari dampak facebook, upaya menghindari dampak negatif internet, upaya menghindari sisi negatif facebook, upaya siswa dalam menghadapi melestarikan lingkungan di sekolah, upaya siswa mencegah terjadinya pertengkaran antar pelajar, www dampak positif dan negatif facebook terhadap moral com

Sponsor


Tidak perlu buat produk, web, hosting, tidak perlu
 
INGIN KAYA?HANYA DENGAN ONLINE 2 JAM.
CUMA ISI NO REKENING, UANG MENGALIR OTOMATIS 24 JA
 
SAYA MENGHASILKAN UANG Rp.5.115.206 DALAM 1 HARI
SYARAT HANYA BISA INTERNET DAN PUNYA REKENING BANK
 
ANDA DICARIKAN DOWNLINE DAN PASTI SUKSES
BISNIS MENARIK, TANPA BUAT WEB CUKUP GABUNG ANDA D
 
WOW ! SETIAP HARI DAPAT 1,5 JUTA DI REKENING
SYARAT BISA INTERNET DAN FACEBOOK, KLIK DISINI SKR
 

BISNIS MENARIK, TANPA BUAT WEB CUKUP GABUNG ANDA D
 

Hanya JOIN SUDAH PASSIVE INCOME, tANPA BUAT WEB
 
HANYA 50Rb SISTEM PENGHASIL UANG OTOMATIS-NEW!
Cara Mudah Hasilkan Uang Dgn Sistem Uang Otomatis
 
WOW.. Gaji Sampingan s/d 2.8Juta/Hari, --DIJAMIN--
Hanya Kerja 30menit/hari, Modal 100RB Terobosan
 
HANYA RP 50rb,MENGHASILKAN UANGJUTAAN RUPIAH!!
SOFTWARE PENGHASIL uang di ATM BCA/BNI/BRI/MANDIRI
 
HANYA 50Rb MESIN UANG OTOMATIS + 500 PRODUK BONUS
Kunjungi WWW.PEMBURURUPIAH.COM Rahasia Uang 2Jt/Hr
 
kursus KILAT Bhs Inggris WWW.TEGUHHANDOKO.COM
kursus KILAT Bhs Inggris WWW.TEGUHHANDOKO.COM
 
MAU Rp.500.000 PER HARI??BAHKAN LEBIH??(GARANSI!!)
Software Penghasil Uang Otomatis.Bergaransi!
 

kunjungihttp://www.webinvestasi.com/?iddeni1945 un
 

Recent Visitors























Sites Authored

Ever wonder who's visiting your site?
This widget updates automatically whenever a MyBlogLog member views your site with their avatar and links to their profile and websites. Introduce your readers to each other, register for access to free stats, and help make the web more personable.
Want a widget of your own? Grab This!
Want one of your own? Enter your site's URL below.
Website URL:
No adult content is on this website.
Please wait...
Copy and Paste this code into your sidebar HTML. For help, please see our Tutorials.

Sponsor

CO.CC:Free Domain   
Ads Powered by:KumpulBlogger.com


Pasang iklan
Mini Banner di sini
, Komisi 3% untuk Blogger

Categories

Related Links

SEO Booster PRO


Back Link

Spam

Archives

php hit counter
SEOmoz Linkscape Score: 2.5


wordpress blog stats
Copyleft © 2010 Gudang Info | IklanBaris
Powered by Banten Portal

Tutorial SEO|Free Ping 

·         Bookmark
·         Share/Email
·         What's This?
Bookmark Content
...or create an account to submit to MULTIPLE SITES

Create Your AccountLogin

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. BUDIYONO ASARI - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template