GLOBALISASI
Disusun dalam rangka untuk memenuhi tugas Mata kuliah Kewarganegaraan
Dosen Pembimbing:
Heppy Hima. P, SH, MH
oleh :
Kelompok V
1. Desy Pratiwi R 095398
2. Ira Diana 095377
3. Puji Santoso 095373
4. Puput Diah R 095331
5. Suluh Utami 095315
6. Vera Siti Rachmah 095433
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
JOMBANG
2010
A. PERMASALAHAN
Globalisasi merupakan suatu kenyataan yang tidak mungkin dapat di hindari sebagai akibat dari semakin pesatnya perkembangan teknologi inrormasi, komunikasi dan transportasi. Peristiwa yang terjadi di suatu Negara ataupun daerah dalam waktu relative singkat dapat menyebar dan diterima oleh masyarakat lain. Globalissasi tidak saja mengakibatkan perubahan-perubahan dalam bentuk kebudayaan, tetapi juga politik, ekonomi, perdaganan dan pertahanan.
Arus globalisasi membawa pengaruh bagi kehidupan berbangsa maupun bernegara. Bagi bangsa Indonesia, globalisasi adalah sebagai peluang sekaligus merupakan tangangan. Peluang, berarti setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memanfaatkan situasi ini dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya dengan baik. Sedangkan tantangan berarti setiap orang diberi kesempatan untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuannya dalam menghadapi globalisasi ini.
B. PEMBAHASAN
Globalisasi adalah suatu proses penyebaran unsur-unsur baru yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media elektronik maupun cetak. Arus globalisasi berkembang dengan pesat karena adanya kemajuan teknologi di bidang informasi dan komunikasi. Media informasi, televise dan internet misalnya, dalam waktu relative singkat saja dapat menyebarkan segala macam informasi ke seluruh penjuru tempat. Melalui sarana informasi dan komunikasi , dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan pembangunan bangsa dan Negara dengan efektif dan efisien. Sebaliknya, emdia informasi dan komunikasi ini dapat pula menghambat bahkan dapat merusak tercapainya tujuan pembangunan.
Dengan globalisasi ini, unsur-unsur budaya asing akan mudah masuk ke Indonesia. Budaya yang datang dari luar tidak semuanya positif bagi perkembangan dan kehidupan bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Tetapi unsur-unsur budaya asing yang masuk juga ada yang bersifat negative.
Unsur-unsur kebudayaan asing yang diterima tentunya lebih dulu mengalami proses pengolahan. Unsur=unsur tersebut pada umumnya unsur budaya kebendaan seperti peralatan yang mudah dipaaki dan dirasakan sangat bermanfaat, mudah diterima oleh masyarakat. Misalnya, alat tulis-menulis yang banyak digunakan orang Indonesia yang diambil dari unsur-unsur kebudayaan Barat. Selain itu, unsur-unsur yang terbukti membawea manfaat yang besar seperti radio transistor sebagai alat media masa yang termasuk unsur kebudayaan yang mudah diterima.
Unsur-unsur kebudayaan asing yang sulit diterima oleh masyarakat misalnya, unsur-unsur yang menyangkut system kepercayaan dan ideology. Selain itu, unsur-unsur yang idpelajarai pada tarap pertama proses sosialisasi misalnya makanan pokok suatu masyarakat juga termasuk salah satu unsur kebudayaan yang sulit diterima. Dengan globalisasi mau tidak mau berbagai unsur kebudayaan juga akan masuk. Hal ini akan berdampak positif dan negatif dari globalisasi.
Seperti dalam contoh pada harian Surya, tanggal 23 Februari 2010 hal 19.
Korban Facebook berjatuhan, situs jejaring sosial ini menjadi bahan gosip karena dampak negatifnya. Ada seorang remaja putri kabur menemui pacar yang dikenalnya melalui facebook , ada 4 murid SMA dikeluarkan dari sekolah akibat menghina gurunya melalui situs ini. Tapi facebook ada juga dampak positifnya, seperti jadi sarana diskusi dan silaturahmi. Jadi facebook merupakan alat yang bisa berdampak positif maupun negative.
Para orang tua dan pihak sekolah juga menggelontor anak didik dengan kecanggihan teknologi, tapi harus dipastikan anak-anak punya benteng iman yang kuat. Ini tidak akan terwujud jika para pendidik dan pemegang kebijakan tidak punya benteng iman yang kuat pula.
Rasa takut pada Tuhan juga akan melindungi masyarakat dari pelanggaran syariatnya, misalnya: pergi tanpa izin orang tua, lalu berpacaran, menghina orang lain, memperdaya orang lain demi jadi budak seks korban trafficking. Aparat pun tidak berani memberi sanksi tegas terhadap pelanggaran norma-norma agama yang sudah banyak dilupakan.
Dari contoh di atas, kita dapat mengetahui dampak-dampak dari globalisasi, yaitu:
1. Dampak positif globalisasi
Dampak positif globalisasi adalah sebagai berikut :
a. Di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi
Melalui sarana komunikasi seperti radio, televise, film dan sarana elektronik lainnya, globalisasi dapat mempercepat keberhasilan pembangunan.
b. Di bidang sumber daya manusianya
Globalisasi menumbuhkan kinerja yang berwawasan luas dan beretos kerja tinggi.
c. Di bidang social budaya
Globalisasi dapat menumbuhkan dinamika yang terbuka dan tanggap terhadap unsur-unsur pembaharuan.
2.Dampak negatif globalisasi
1. Di bidang IPTEK
Orang tua lebih cenderung meninginkan anaknya untuk lebih mempelajari bahasa asing daripada bahasa nasionalnya yaitu Bahasa Indonesia. Ini menunjukkan bahwa globalisasi sudah sangat mempengaruhi diri seseorang sehingga rasa nasionalismenya semakin menurun.
Semakin berkembangnya teknologi di era globalisasi ini selain mempunyai dampak positif juga mempunyaim dampak negeatif bagi penggunanya, terutama bagi kaum remaja yang sering kal menyalah gunakan kemajuan teknologi tersebut. Salah satunya yaitu situs jejaring social yang awalnya sebagai sarana pertemanan, silaturrahmi, berubah menjadi sarana untuk melakukan tindakan criminal, prostitusi dan lain-lain.
2. Di bidang SDM
· Westernisasi ( Pembaratan )
· Sekularisasi ( Pembedaan antara bidang duniawi dan rohani )
· Demokratisasi ( Terciptanya masyarakat yang bernegara demokrasi )
3. Di bidang sosial budaya
a. Goncangan budaya ( cultural shock )
Misalnya, adanya masyarakat yang tergusur karena danya pembangunan gedung-gedung perkantoran. Hal ini seringkali membuat mereka frustasi dalam menghadapi biaya hidup yang semakin berat, akhirnya mereka pun terdorong untuk melakukan penyimpangan social seperti prostitusi dan kriminalitas.
b. Ketimpangan budaya ( Cultural Lag )
Ketimpangan budaya adalah salah satu kenyataan bahwa masuknya unsur-unsur globalisasi tidak terjadi secara serempak. Unsur-unsur yang terkait dengan teknologi masuk sedemikian cepatnya, sedangkan unsur-unsur social budaya, katakanlah di bidang pendidikan, sedemikian lambatnya. Cultural lag dapat juga diartikan dengan adanya ketertinggalan alam pikiran dengan perkembangan teknologi. Misalnya, di indonesia penggunaan komputer sudah mulai menyebar. Tetapi, sayangnya penggunaan komputer tidak di imbangi dengan peralatan khusus untuk perbaikan komputer jika rusak, juga dengan aliran listrik yang dibutuhkan untuk penggunaan komputer.
c. Pergeseran nilai-nilai budaya yang menimbulkan anomie ( kebingungan )
Masuknya unsur-unsur globalisasi yang gencar dalam waktu relative singkat akan mengakibatkan terjadinya berbagai perubahan social budaya secara susul menyusul. Sementara itu, system nilai dan norma yang ada dalam kehidupan masyarakat tidak siap mengantisipasi terjadinya perubahan-perubahan itu. Akibatnya masyarakat mengalami anomie, dimana mereka tidak mempunyai pegangan terhadap apa yang baik dan buruk.
DAFTAR PUSTAKA
Harian Surya, Selasa 23 Februari 2010, hal 19.
Srijanti, A. Rahman H.I, Purwanto S.K. 2009. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Mahasiswa, edisi 1, Yogyakarta : Graha Ilmu.
Sri Wahyuni, Ninik. 2005. Manusia Dan Masyarakat, Bandung : Ganeca Exact.
Tim MGMP Sosiologi Kabupaten Jombang. 2008. Sosiologi. Jombang.
Tim MGMP Kewarganegaran Kabupaten Jombang. 2008. Paket Pendidikan Kewarganeraan. Jombang.




0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !