Fisika dan Perkembangannya
Fisika (Bahasa Yunani: physikos, "alamiah", dan physis, "Alam") adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para fisikawan atau ahli fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.
Pengertian Fisika
menurut para ahli:
1.
Menurut Marcelo Alonso dan Edward J. Finn
“Fisika
adalahsuatuilmu yang tujuannya mempelajarikomponenmateridansalingantar-aksinya.”
Denganmenggunakanpengertianantaraksiiniilmuanmenerangkansifatmateridalambenda,
sebagaimanagejalaalam lain yang kitaamati.
2. Freedman.Pendamping,
T.R.SandindanA.Lewis Ford
Ø Fisika adalah salah satu ilmu yang
paling dasar dari ilmu pengetahuan.
Ø Fisika merupakan dasar dari semua ilmu rekayasa dan teknologi
Ø Fisika adalah ilmu eksperimental
Ø Fisika adalah proses yang membawah kita pada prinsip – prinsip umum yang
mendeskripsikan bagaimana perilaku dunia fisik
Ø Fisika adalah ilmu percobaan
3. Paul A. Tipler
Fisika adalah ilmu pengetahuan yang
paling fundamental karena merupakan dasar
dari semua bidang sains yang lain.
4.
Menurut Drs. Supiyanto, M. Si.
Fisika adalah ilmu fundamental yang
menjadi tulang punggung bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
5.
MenurutKamusUmumBahasa Indonesia
Fisika adalah ilmualam, ilmu tentang zatdan
energy, seperti panas , cahaya, dan bunyi. Ilmu yang membahas materi, energy,
dan interaksinya.
kasih saran dan vote ya
kasih saran dan vote ya
6.
Menurut I r. Harrys SI Regar
Fisika adalah ilmu yang paling
fundamental dan mencakup semua sains, baik sains benda-benda
hidup maupun sains fisika.
Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat
yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi.
Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika.
Fisika dapat
didefinisikan sebagai proses benda – benda alam yang tak dapat berubah, artinya
benda mati (biologi mempelajari benda – benda hidup). Maka dapat disimpulkan
bahwa ”Fisika” adalah ilmu pengetahuan yang tujuannya mempelajari bagian –
bagian dari alam dan interaksi antara bagian
tersebut. Sebagaimana diketahui, benda – benda dialam terbagi atas 2 (dua) bagian: Alam Makro yaitu
benda – benda yang ukurannya besar dan dapat dilihat dengan alat – alat yang
ada saat ini; alam yang besar ini termasuk benda – benda yang sangat besar
dengan jarak antara 2 (dua) benda juga besar sekali, misalnya bulan, matahari,
bumi, dan lain – lain. Alam Mikro adalah benda – benda kecil sekali
dengan jarak antara benda tersebut sangat kecil, benda- benda mikro ini tak
dapat dilihat dengan alat – alat biasa.
Fisika sering disebut sebagai "ilmu paling
mendasar", karena setiap ilmu alam lainnya (biologi, kimia, geologi, dan
lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika.
Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya.
Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang
dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan
elektromagnetika.
Fisika dibagi menjadi dua yaitu :
1. Fisika klasik : Mekanika,
Listrik Magnet, Panas, Bunyi, Optika dan Gelombang adalah perbatasan
antara fisika klasik dan modern.
2. Fisika modern : Adalah
perkembangan fisika mulai abad 20 yaitu penemuan teori relativitas dari
Einstein.
Fisika juga berkaitan erat dengan matematika. Teori fisika
banyak dinyatakan dalam notasi matematis, dan matematika yang digunakan
biasanya lebih rumit daripada matematika yang digunakan dalam bidang sains
lainnya. Perbedaan antara fisika dan matematika adalah: fisika berkaitan dengan
pemerian dunia material, sedangkan matematika berkaitan dengan pola-pola
abstrak yang tak selalu berhubungan dengan dunia material. Namun, perbedaan ini
tidak selalu tampak jelas. Ada wilayah luas penelitan yang beririsan antara
fisika dan matematika, yakni fisika matematis, yang mengembangkan struktur
matematis bagi teori-teori fisika.
1. Fisika Teoretis Dan Eksperimental
Budaya penelitian fisika berbeda dengan ilmu lainnya karena
adanya pemisahan teori dan eksperimen. Sejak abad kedua puluh, kebanyakan
fisikawan perseorangan mengkhususkan diri meneliti dalam fisika teoretis atau
fisika eksperimental saja, dan pada abad kedua puluh, sedikit saja yang
berhasil dalam kedua bidang tersebut. Sebaliknya, hampir semua teoris dalam
biologi dan kimia juga merupakan eksperimentalis yang
sukses.
Gampangnya, teoris berusaha mengembangkan teori yang dapat
menjelaskan hasil eksperimen yang telah dicoba dan dapat memperkirakan hasil
eksperimen yang akan datang. Sementara itu, eksperimentalis menyusun dan
melaksanakan eksperimen untuk menguji perkiraan teoretis. Meskipun teori dan
eksperimen dikembangkan secara terpisah, mereka saling bergantung. Kemajuan
dalam fisika biasanya muncul ketika eksperimentalis membuat penemuan yang tak
dapat dijelaska teori yang ada, sehingga mengharuskan dirumuskannya teori-teori
baru. Tanpa eksperimen, penelitian teoretis sering berjalan ke arah yang salah;
salah satu contohnya adalah teori-M, teori populer dalam fisika energi-tinggi,
karena eksperimen untuk mengujinya belum pernah disusun.
2. Teori Fisika Utama
Meskipun fisika membahas beraneka ragam sistem, ada beberapa
teori yang digunakan secara keseluruhan dalam fisika, bukan di satu bidang
saja. Setiap teori ini diyakini benar adanya, dalam wilayah kesahihan tertentu.
Contohnya, teori mekanika klasik dapat menjelaskan pergerakan benda dengan
tepat, asalkan benda ini lebih besar daripada atom dan bergerak dengan
kecepatan jauh lebih lambat daripada kecepatan cahaya. Teori-teori ini masih
terus diteliti; contohnya, aspek mengagumkan dari mekanika klasik yang dikenal
sebagai teori chaos ditemukan pada abad kedua puluh, tiga abad setelah
dirumuskan oleh Isaac Newton. Namun, hanya sedikit fisikawan yang menganggap
teori-teori dasar ini menyimpang. Oleh karena itu, teori-teori tersebut
digunakan sebagai dasar penelitian menuju topik yang lebih khusus, dan semua
pelaku fisika, apa pun spesialisasinya, diharapkan memahami teori-teori
tersebut.
3. Bidang Utama Dalam
Fisika
Riset dalam fisika dibagi beberapa bidang yang mempelajari
aspek yang berbeda dari dunia materi. Fisika benda kondensi, diperkirakan
sebagai bidang fisika terbesar, mempelajari properti benda besar, seperti benda
padat dan cairan yang kita temui setiap hari, yang berasal dari properti dan
interaksi mutual dari atom. Bidang Fisika atomik, molekul, dan optik berhadapan
dengan individual atom dan molekul, dan cara mereka menyerap dan mengeluarkan
cahaya. Bidang Fisika partikel, juga dikenal sebagai "Fisika
energi-tinggi", mempelajari properti partikel super kecil yang jauh lebih
kecil dari atom, termasuk partikel dasar yang membentuk benda lainnya.
Terakhir, bidang Astrofisika menerapkan hukum fisika untuk menjelaskan fenomena
astronomi, berkisar dari matahari dan objek lainnya dalam tata surya ke jagad
raya secara keseluruhan.
4. Bidang Yang
Berhubungan
Ada banyak area riset yang mencampur fisika dengan bidang
lainnya. Contohnya, bidang biofisika yang mengkhususkan ke peranan prinsip
fisika dalam sistem biologi, dan bidang kimia kuantum yang mempelajari
bagaimana teori kuantum mekanik memberi peningkatan terhadap sifat kimia dari
atom dan molekul.
Sejak zaman purbakala, orang telah mencoba untuk mengerti
sifat dari benda: mengapa objek yang tidak ditopang jatuh ke tanah, mengapa
material yang berbeda memiliki properti yang berbeda, dan seterusnya. Lainnya
adalah sifat dari jagad raya, seperti bentuk Bumi dan sifat dari objek
celestial seperti Matahari dan
Bulan.
Beberapa teori diusulkan dan banyak yang salah. Teori
tersebut banyak tergantung dari istilah filosofi, dan tidak pernah dipastikan
oleh eksperimen sistematik seperti yang populer sekarang ini. Ada pengecualian
dan anakronisme: contohnya, pemikir Yunani Archimedes menurunkan banyak
deskripsi kuantitatif yang benar dari mekanik dan hidrostatik.
Pada awal abad 17, Galileo membuka penggunaan eksperimen
untuk memastikan kebenaran teori fisika, yang merupakan kunci dari metode
sains. Galileo memformulasikan dan berhasil mengetes beberapa hasil dari
dinamika mekanik, terutama Hukum Inert. Pada 1687, Isaac Newton menerbitkan
Filosofi Natural Prinsip Matematika, memberikan penjelasan yang jelas dan teori
fisika yang sukses: Hukum gerak Newton, yang merupakan sumber dari mekanika
klasik; dan Hukum Gravitasi Newton, yang menjelaskan gaya dasar gravitasi.
Kedua teori ini cocok dalam eksperimen. Prinsipia juga memasukan beberapa teori
dalam dinamika fluid. Mekanika klasik dikembangkan besar-besaran oleh
Joseph-Louis de Lagrange, William Rowan Hamilton, dan lainnya, yang menciptakan
formula, prinsip, dan hasil baru. Hukum Gravitas memulai bidang astrofisika,
yang menggambarkan fenomena astronomi menggunakan teori fisika.
Dari sejak abad 18 dan seterusnya, termodinamika
dikembangkan oleh Robert Boyle, Thomas Young, dan banyak lainnya. Pada 1733,
Daniel Bernoulli menggunakan argumen statistika dalam mekanika klasik untuk
menurunkan hasil termodinamika, memulai bidang mekanika statistik. Pada 1798,
Benjamin Thompson mempertunjukkan konversi kerja mekanika ke dalam panas, dan
pada 1847 James Joule menyatakan hukum konservasi energi, dalam bentuk panasa
juga dalam energi mekanika.
Sifat listrik dan magnetisme dipelajari oleh Michael
Faraday, George Ohm, dan lainnya. Pada 1855, James Clerk Maxwell menyatukan
kedua fenomena menjadi satu teori elektromagnetisme, dijelaskan oleh persamaan
Maxwell. Perkiraan dari teori ini adalah cahaya adalah gelombang
elektromagnetik.
5. Arah Masa Depan
Riset fisika mengalami kemajuan konstan dalam banyak bidang,
dan masih akan tetap begitu jauh di masa depan. Dalam fisika benda kondensi,
masalah teoritis tak terpecahkan terbesar adalah penjelasan superkonduktivitas
suhu-tinggi. Banyak usaha dilakukan untuk membuat spintronik dan komputer
kuantum bekerja.
Dalam fisika partikel, potongan pertama dari bukti
eksperimen untuk fisika di luar Model Standar telah mulai menghasilkan. Yang paling
terkenal adalah penunjukan bahwa neutrino memiliki massa bukan-nol. Hasil
eksperimen ini nampaknya telah menyelesaikan masalah solar neutrino yang telah
berdiri-lama dalam fisika matahari. Fisika neutrino besar merupakan area riset
eksperimen dan teori yang aktif. Dalam beberapa tahun ke depan, pemercepat
partikel akan mulai meneliti skala energi dalam jangkauan TeV, yang di mana
para eksperimentalis berharap untuk menemukan bukti untuk Higgs boson dan
partikel supersimetri.
Para teori juga mencoba untuk menyatikan mekanika kuantum
dan relativitas umum menjadi satu teori gravitasi kuantum, sebuah program yang
telah berjalan selama setengah abad, dan masih belum menghasilkan buah.
Kandidat atas berikutnya adalah Teori-M, teori superstring, dan gravitasi
kuantum loop.
Banyak fenomena astronomikal dan kosmologikal belum
dijelaskan secara memuaskan, termasuk keberadaan sinar kosmik energi
ultra-tinggi, asimetri baryon, pemercepatan alam semesta dan percepatan putaran
anomali galaksi.
Meskipun banyak kemajuan telah dibuat dalam energi-tinggi,
kuantum, dan fisika astronomikal, banyak fenomena sehari-hari lainnya,
menyangkut sistem kompleks, chaos, atau turbulens masih dimengerti sedikit
saja. Masalah rumit yang sepertinya dapat dipecahkan oleh aplikasi pandai dari
dinamika dan mekanika, seperti pembentukan tumpukan pasir, "node"
dalam air "trickling", teori katastrof, atau pengurutan-sendiri dalam
koleksi heterogen yang bergetar masih tak terpecahkan. Fenomena rumit ini telah
menerima perhatian yang semakin banyak sejak 1970-an untuk beberapa alasan,
tidak lain dikarenakan kurangnya metode matematika modern dan komputer yang
dapat menghitung sistem kompleks untuk dapat dimodelkan dengan cara baru.
Hubungan antar disiplin dari fisika kompleks juga telah meningkat, seperti
dalam pelajaran turbulens dalam aerodinamika atau pengamatan pola pembentukan
dalam sistem biologi.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !