Headlines News :
Home » » ORANG _ ORANG narsis

ORANG _ ORANG narsis

Written By Budiyono on Sabtu, 25 Juni 2011 | Sabtu, Juni 25, 2011

adapted from :cerita narsis 15 oleh: Al Jupri
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,* kata narsismememiliki dua arti. Arti yang pertama, narsisme adalah hal (keadaan) mencintai diri sendiri secara berlebihan. Sedangkan arti yang kedua, narsisme adalah hal (keadaan) mempunyai kecenderungan (keinginan) seksual dengan diri sendiri.

saya akan bercerita narsisme sesuai arti pertama. Sedangkan untuk arti narsisme yang kedua, saya tidak punya cerita.
Baiklah, saya mulai saja ceritanya ya? Cerita tentang apa? Kalau mau tahu, teruskan bacanya dooong… :mrgreen:
Ya, saya akan bercerita masa kecil saya ketika masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Ceritanya begini.
Mmmm… aaaa… mmm… duh kok jadi salah tingkah begini ya?
Entahlah, tiba-tiba jemari tangan saya jadi kaku untuk mengetikkan kata dan kalimat di layar monitor ini. Tidak tahu sebabnya. Apakah karena saya akan bercerita sesuatu hal yang tidak pantas diceritakan? Ataukah cerita berikut ini tidak layak ditampilkan? Ataukah karena hal ini tidak sesuai dengan karakter saya yang hampir tak pernah bercerita narsisme?
Bila judul artikel ini dibaca, mungkin Anda akan bertanya. Sebenarnya hal apa sih yang akan saya ceritakan terkait dengan bilangan 15? Apakah ada cerita istimewa tentang diri saya terkait dengan bilangan 15 ini? Jawabannya: ada!
Ya, dulu semasa SD, saya mencatat rekor yang mungkin tak pernah dialami oleh orang lain. Saya menorehkan sejarah secara berturut-turut meraih peringkat kelas kedua alias selalu menjadi runner-up sejak kelas 1 sampai kelas 5 SD. Sebuah prestasi yang tentunya membanggakan bagi saya. Hahahaha… malu-maluin ga ya? Masa peringkat kedua saja bangga! :mrgreen:
Betapa tidak, selama 15 catur wulan, saya berhasil bertahan menjadi penghuni “abadi” peringkat kedua di sebuah kelas yang jumlah siswanya tak kurang dari 50 orang, di sebuah SD yang dapat dikatakan berkualitas
di kampung saya. :DSaya berhasil mempertahankan posisi tersebut, tak tergeser oleh teman-teman yang berperingkat di bawah saya, dan juga tak tergeser oleh sang peringkat pertama. :D :mrgreen:
Waktu itu, walaupun cuma peringkat kedua, saya tetap bangga. Saya selalu senang dan rajin belajar. Rajin membaca, apalagi kalau membaca cerita. Hehehehehehe…. :D Bagi saya, waktu itu, peringkat kedua sudahlah cukup!
Apakah saya tidak ingin mendapat peringkat pertama?
Ya, tentu ingin! Tapi bagaimana ya? Teman saya yang selalu dapat peringkat pertama itu, sepertinya lebih pintar dari saya. Selama 15 catur wulan saya tak mampu mengungguli prestasi belajarnya.
Walaupun cuma peringkat kedua, ternyata eksistensi saya tetaplah diakui oleh guru-guru dan tentunya juga oleh teman-teman saya. Hahahahaha… PD abis nih…:D Secara popularitas, menurut perasaan saya, saya sama populernya dengan teman yang peringkat pertama. Entahlah, lagi-lagi menurut perasaan saya, kami berdua begitu populer waktu itu. Populernya mungkin karena prestasi belajarnya yang selalu stabil, selalu duduk di peringkat pertama dan kedua, di mana hal ini sangat jarang terjadi. Biasanya peringkat satu, dua, dan tiga itu selalu berubah! Tak heran bila tiba waktu pembagian rapor, teman-teman selalu sudah bisa menebak siapa yang bakal menjadi peringkat pertama dan siapa yang bakal menjadi peringkat kedua. Hal yang mungkin bikin mereka bosan yang sebosan-bosannya. :mrgreen:
Lalu, apa yang terjadi di kelas 6? Apakah prestasi saya membaik? Ataukah memburuk? Sabar ya…. :D
Bilangan 15 menurut amatan saya sangatlah istimewa! Apa istimewanya?
Dalam matematika, 15 adalah bilangan ganjil yang terdiri dari dua faktor prima, yakni 3 dan 5 (sebab 15 = 3\times 5 di mana 3 dan 5 adalah bilangan prima).
Selain itu, 15 juga merupakan bilangan yang terdiri dari dua angka, yakni angka 1dan angka 5. Bila kedua angka ini dijumlahkan, maka hasilnya adalah 1 + 5 = 6. Ya, 6 dalam matematika adalah salah satu contoh dari bilangan sempurna aliasperfect numbers. Bilangan 6 dikatakan sempurna karena jumlah faktor-faktor sejatinya** sama dengan dia sendiri, yakni 1 + 2 + 3 = 6. Contoh lain dari bilangan sempurna itu adalah 28, sebab jumlah faktor-faktor sejati dari 28 ini sama dengan dirinya, yakni 1 + 2 + 4 + 7 + 14 = 28.
Lebih lanjut, selisih dari 1 dan 5 adalah 5 - 1 = 4. Bilangan 4 ini tentu sangat istimewa dalam matematika. Ada yang tahu? Bahkan di dunia kampus, bilangan 4 adalah sesuatu yang “kramat”! Sebab prestasi prestigius seorang mahasiswa adalah bila meraih indeks prestasi 4. Betul?
Okey, kita kembali ke cerita masa SD saya!
Akhirnya, dengan sangat menyesal, saya harus ceritakan bahwa di kelas 6 prestasi saya berubah! Ya, saya tak lagi menghuni peringkat kedua. Saya tergeser! Saya tak mampu bertahan di posisi kedua lagi!
Saya berhasil menduduki peringkat pertama, dan alhamdulillah lulus dengan NEM (Nilai Ebtanas Murni) tertinggi. :D
Dan selanjutnya, cerita pun berubah.
=======================================================
Ya sudah segitu saja ya perjumpaan kita kali ini. Sampai jumpa di artikel berikutnya. Dengan segala ketulusan hati Anda, saya mohon maaf bila cerita dalam artikel ini terkesan sombong dan membanggakan diri. Tak lain dan tak bukan cerita ini dimaksudkan untuk memotivasi diri saya dan juga pembaca sekalian, khususnya yang sedang belajar di bangku sekolah. Mudah-mudahan ada manfaat yang bisa diambil dari cerita ini. Amin.
Tulisan ini saya hadiahkan untuk sang teman yang dulu selalu peringkat satu itu. Mudah-mudahan dia bisa tersenyum bangga dan bahagia membaca cerita ini. :D
=======================================================
Catatan:
*Diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia: http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php, 22 February 2008. Jam 7:21 PM.
**Faktor-faktor sejati dari sebuah bilangan adalah faktor dari bilangan yang bukan dirinya sendiri. Contohnya, faktor dari 6 adalah 1, 2, 3 dan 6. Sedangkan faktor sejatinya hanyalah 1, 2, dan 3 saja. :D
Apa sih faktor suatu bilangan itu? Faktor suatu bilangan adalah pengali dari bilangan itu. Contohnya, 6 = 2 \times 3 maka 2 dan 3 adalah faktor dari 6. Dan, 6 = 1 \times  6, makanya 1 dan 6 adalah juga faktor dari 6.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. BUDIYONO ASARI - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template